NEWS

Candi Kedaton, Berelief Cerita Arjunawiwaha, Garudeya dan Samba

PROBOLINGGO – Candi Kedaton adalah nama candi di Indonesia yang bermakna candi kedatuan sekitar 500 meter disebelah selatan Pendopo Agung. Secara geografis terletak pada kordinat 112° 22’ 47,1” BT 07° 34’ 13,1” LS. Candi ini terletak di Desa Andung Biru, Tiris, Probolinggo. Di Indonesia terdapat 3 candi yang disebut dengan nama ‘Candi Kedaton’.

Candi Kedaton berbentuk lapik/batur , menghadap ke barat laut yang jarang terjadi di Pulau Jawa , kemungkinan Candi Kedaton menghadap Gunung Semeru atau ke puncak Gunung Hyang. Adapun keunikan Candi Kedaton adalah dindingnya yang diberi relief tiga cerita, yaiyu Arjunawiwaha (sisi kiiri) , Garudeya (sisi belakang) dan Samba (sisi kanan). Yang reliefnya dipahat pada sembilan panil disetiap sisi candinya.

Candi Kedaton disebut juga dengan Candi Sumur Upas. asal mulanya, dahulu ada seseorang yang mencoba memasuki sumur yang ada ditempat itu, tapi setelah tiba didalam dia merasa lemas, sehingga kemudian tempat itu di kenal sebagai Sumur Upas (sumur beracun).

Terdapat beberapa bangunan, bangunan pertama berada di Timur Laut ( depan pintu masuk) adalah bagia kaki dari sebuah bangunan yang berbentuk persegi panjang yang berukuran 12,60 m X 9,50 meter dengan tinggi 1,58 cm. Bangunan lain nya terletak disebelah selatandari bangunan itu.

Dahulu tempat ini berupa gundukan tanah yang di atasnya terdapat Sumur Upas dan sebuah lorong kecil. setelah tempat ini di gali ternyata di bawahnya ditemukan bentuk-bentuk struktur yang saling tumpang tindih.

Di lihat dari temuan bentuk struktur dan bagian kaki bangunan diatas dapat diperkirakan bahwa di candi Kedaton ini merupakan kompleks tempat tinggal. Temuan artefak yang ditemukan ditempat ini berupa fragmen tembikar (gerabah), arca terkota, arca dari batu andesit, keramik asing, mata uang kepeng, emas, dan kerangka manusia.

Temuan keramik asing kebanyakan berasal dari China dan sebagian besar dibuat daripada masa pemerintahan Dinasti Ming abad XIV-XVII dan Yuan abad XIII-XIV. Berdasarkan analisis temuan, diperkirakan bahwa Candi Kedaton dibangun sekurang-kurangnya pada abad yang sama yaitu abad XIII-XIV.

Di sebelah Barat ± 200 meter dari kompleks Candi Kedaton terdapat peninggalan purbakala berupa umpak-umpak berukuran cukup besar sebanyak 20 buah. Kondisi insitu dan tersusun memanjang sejajar dan beorientasi Timur- Barat. (red)

%d blogger menyukai ini: